Thursday, 28 March 2013

Peran Kurikulum dan Kualitas Guru dalam Pendidikan

PENDIDIKAN di indonesia sampai saat ini masih bermasalah.Ada yang berpendapat masalah pendidikan disebabkan kurikulum(yang selalu berubah),guru yang tidak juga memenuhi kompetensi yang diinginkan,dana yang dialokasinya tidak sesuai(minim),sarana prasarana yang kurang memadai,juga dilema ujian nasional(UN) yang meresahkan. Menurut data yang ada,sejak kemerdekaan indonesia,kurikulum pendidikan dasar dan menengah sudah mengalami sepuluh kali perubahan.Perubahan kurikulum terus-menerus dilakukan tidak lain dalam rangka penyempurnaan demi menghasilkan lulusan yang berkompeten. Perubahan kurikulum yang terakhir adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) 2006 yang sudah diberlakukan selama 6 tahun.Terlepas dari sudah ada atau belumnya evaluasi KTSP 2006 oleh pemerintah,menurut Wakil Presiden Boediono dalam tulisannya yang bertajuk Pendidikan Kunci Pembangunan,pendidikan di indonesia ternyata belum menghasilkan lulusan yang kompeten karena tidak mempunyai konsep yang jelas. Kemudian lahirlah kurikulum terbaru yang disebut kurikulum 2013,yang mungkin lebih jelas konsepnya sehingga bisa benar-benar menghasilkan lulusan sesuai dengan yang diinginkan. Perubahan kurikulum sendiri terkadang meresahkan para guru. keresahan tersebut muncul karena belum jelasnya sosialisasi terkait pelaksanaan kurikulum terbaru dan tidak adanya informasi tentang dasar perubahan kurikulum.Selain itu, guru juga mengalami ketidaknyamanan ketika baru bisa menerapkan kurikulum terdahulu, ternyata harus kembali mempelajari dan mungkin mengembangkan kurikulum terbaru. Alih-alih meningkatkan proses transfer ilmu ke peserta didik, guru kebingunn sendiri menfransfer ilmu baru(kurikulum baru) ke dalam pengetahuannya sendiri. Seharusnya ada kebijaksanaan yang dilaksanakan pemerintah dalam pembenahan pendidikan,khususnya masalah kurikulum.waktu yang relatif singkat dalam pemberlakuan satu kurikulum belum bisa menjadi jaminan kurikulum yang diberlakukan tersebut tidak berhasil.Pembenahan kurikulum hendaknya menjadi hal yang benar-benar menjadi perhatian pemerintah,dalam hal masa pemberlakuan,evaluasi pelaksanaan,dan kejelasan hasil evaluasi yang disampaikan secara terbuka.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment